Superwomen Is Mom……… superwomen pun manusia biasa
Superwomen bukan Supermen tokoh hero di film2 yang digemari anak2 remaja Amerika. Superwomen adalah gambaran wanita moderen zaman masa kini yang kiprah dan sepak terjangnya didunia sangat diperhitungkan tapi jarang diberikan apresiasi dari kaum lelaki dan anak didiknya.
Superwomen seperti halnya tokoh hero, adalah idola anak-anak, Ibu adalah sosok yang dibanggakan dan dekat dengan anak2nya, mengandung, melahirkan, merawat, mengajarkan, dan mendidik adalah bahagian dari tugas superwomen. Ibu adalah idola dan kebanggaan anak-anak itu adalah manusia biasa yang sudah pasti butuh perhatian dan penghargaan dari lingkungannya, bagaimana tidak seorang ibu yang tidak diperhatikan baik kebutuhan lahir, bathin dan kebutuhan pengetahuan dalam artian luas yang harus dimilikinya dalam mendidik anak2nya sehingga menjadi manusia yang berkualitas dan terarah. Sebagai seorang Ibu, Wanita juga perlu belajar banyak tentang hal2 diluar lingkungan kekuasannya (dapur, kasur). Pendidik yang baik juga harus terdidik dan mempunyai wawasan yang luas. Seorang ibu harus pintar2 belajar dari lingkungan dan menyiasati waktu untuk dapat menambah wawasan dan pengetahuannya dizaman yang serba canggih dan moderen. Apabila tidak up to date… Ibu yang juga seorang istri bisa2 dibilang kuper, ketinggal zaman dan yang paling berat lagi menjadi bosan melakoni perannya yang hambar dan datar. Oleh karena itu seorang Ibu juga harus mempunyai wawasan bathin yang luas selain wawasan intelektual dan pengalaman hidupnya yang berharga dalam mendidik anaknya.
Dizaman serba moderen peranan ibu sebagai seorang wanita tidak hanya wawasan ‘kedapuran’ yang luas tetapi juga wawasan spiritual dan wawasan ilmu. Peranan superwomen kadang bergeser dari seorang ibu menjadi seorang pencari nafkah untuk membantu kehidupan rumah tangga yang serba sulit di zaman ini menjadi dilema dan kadang membuat beban lebih didalam hidupnya. Emosi terkuras… tapi yang lebih unik lagi seorang ibu menjadi terjajah secara energi dan ekonomi, hal itu membuat kita prihatin dan merasa berdosa kepada Ibu, tapi Ibu dengan segenap energi dan perasaan ikhlas memberi sepanjang zaman membuat segala kegersangan yang dihadapinya menjadi lautan ketabahan dan kesabaran. Dengan bergesernya peran diatas perlu dipertanyakan hasil didikan seorang ibu dengan perannya yang serba komplit. Apakah tujuan sebagai seorang ibu dalam mendidik anak menjadi manusia yang siap menghadapi tantangan hidup dapat terwujud jika pikiran seorang ibu terpecah bak piring yang pecah.
Peran ibu belum habis sebagai seorang pendidik, pembantu rumah tangga, bagi anak2nya, ibu dihadapkan dalam perannya sebagai seorang istri yang harus memenuhi kebutuhan suaminya akan dirinya… sebagai pendamping yang setia, perhatian pengertian penuh cinta dan kasih sayang….yang dituntut dapat memberikan satisfaction yang full terhadap suaminya…. Jadi Kapan Ibu sebagai diri sendiri mendapatkan perhatian, kasih sayang, apresiasi, dan ilmu untuk pengembangan dirinya…. Bersyukurlah seorang ibu yang dapat berdiri tegak dan tegar belajar dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang ibu dan istri sehingga kebutuhan pembelajaran itu tidak terlewati sia-sia. Kesabaran yang tinggi harus dimilikinya… itu adalah suatu hal yang luar biasa… yang mungkin tidak dimiliki makluk mana pun di dunia ini.
Sekokoh karang yang tegar adalah julukan buat seorang ibu yang sabar dan mandiri dalam belajar mengisi kokosongan jiwanya akan ilmu….. sehingga peran yang begitu besarnya dapat diatur sedemikian rupa…
Selamat buat ibu superwomen yang berdikari untuk memberikan apresiasi bagi dirinya sendiri tanpa merasa kecil walau orang2 yang disayanginya tidak memberikan perhatian dan apresiasi terhadap dirinya,… tangguh walau tidak diberi apresiasi oleh anak dan suami tercinta….. Good luck Ibu, tetaplah semangat dan belajar terus…. (Ibu superwomen tidak sendirian didunia ini)……